Diterbitkan 01 Jul 2024

"DAILING" (Da'i Keliling) Media Gen Z sebagai Agents of Change for Mental Health

Artikel ini menjelaskan salah satu media yang bisa menjadi alternatif bagi Gen Z untuk menjalankan perannya sebagai agen perubahan kesehatan mental yaitu Dailing (Da’i keliling), ,suatu program kegiatan yang diselenggarakan sebagai media belajar Gen Z untuk bisa menyampaikan pemahaman Islam

Kelas Kampus Inovatif

rucita aliya

Kunjungi Profile
44x
Bagikan

Pemahaman dan Kesadaran Gen Z Terhadap Pentingnya Kesehatan Mental 

Era Socity 5.0 yang ditandai dengan kemajuan teknologi dan transformasi sosial yang sangat cepat menjadi tantangan  luar biasa bagi Generasi Z. Generasi yang dikenal dengan istilah Gen Z atau i- Generation. Salah satu ciri mereka diantaranya akrab dengan ponsel pintar dan internet sehingga mereka selalu up to date terhadap isu-isu yang berseliweran di internet ataupun di media sosial. Setiap harinya kehidupan mereka selalu terhubung dengan digital dan pengaruh jejaring sosial. Hal inilah yang menyebabkan mereka rentan terhadap berbagai permasalahan kesehatan mental. Tidak bisa dipungkiri bahwa teknologi memberikan manfaat yang banyak bagi kehidupan manusia, namun bila digunakan secara berlebihan, menghabiskan keseharian di depan layar ponsel dapat menghalangi interaksi sosial mereka di dunia nyata dan hubungan mendalam antara mereka dengan keluarga, teman-teman dan masyarakat sekitar. Kekurangan interaksi sosial dapat menyebabkan kesehatan mental mereka terganggu, Gangguan tersebut bisa berupa kecemasan sosial, kesepian, depresi, bahkan ada yang sampai bunuh diri. Gangguan kesehatan mental bukan hanya disebabkan oleh penggunaan teknologi yang tidak bijak dan berlebihan saja, masih ada faktor-faktor penyebab lainnya seperti keluarga yang tidak harmonis, tekanan sosial, stress di lingkungan belajar, lingkungan kerja yang tidak kondusif, masalah ekonomi yang tidak stabil, kurangnya kesadaran dan pemahaman tentang kesehatan mental juga merupakan faktor pemicu terganggunya kesehatan mental. Penting kiranya bagi Gen Z untuk memiliki pemahaman dan kesadaran terhadap kesehatan mental, mengingat di pundak merekalah dipertaruhkan masa depan bangsa dan negara, bukankah pemuda hari ini adalah pemimpin di masa depan?. Baik buruknya masa depan bangsa dan negara ini tergantung kepada baik buruknya generasi saat ini.

Kesehatan mental merupakan hak mendasar yang  dimiliki oleh setiap orang. Sebagian orang memaknai kesehatan mental sebagai kondisi seseorang untuk mencapai kesejahteraan dirinya. Kesehatan mental sangat berkaitan erat dengan kesehatan fisik,. sebagaimana ungkapan Bahasa Latin mens sana in corpore sano, yang artinya di dalam tubuh yang sehat terdapat jiwa yang sehat. Ungkapan tersebut mengisyaratkan untuk menjadi orang yang sehat sejahtera bukan hanya sehat fisiknya saja yang dicapai tetapi juga harus sehat mentalnya. pra syarat bagi seseorang agar mampu berfungsi dan berperan dengan maksimal dan optimal di masyarakat adalah seseorang yang sehat fisik dan mentalnya. 

Menurut Dr. Jalaluddin dalam bukunya “Psikologi Agama”, mengatakan bahwa:”Kesehatan mental merupakan ketenangan, keamanan dan ketentraman yang dirasakan oleh batin seseorang , dimana rasa itu diupayakan dengan penyesuaian diri dengan diri sendiri, orang lain, maupun lingkungan sekitarnya secara dinamis melalui penyerahan diri  sepenuhnya kepada Tuhan berdasarkan kitab suci ysng diturunkan-Nya”

Peran Gen Z Sebagai Agents Of Change For Mental Health

Generasi Z menurut Wikipedia adalah mereka yang lahir diantara tahun 1996- 2012 pada saat teknologi canggih berkembang dengan pesatnya. Bila ditinjau dari jenjang Pendidikan di Indonesia, mereka adalah generasi yang saat ini berstatus sebagai pelajar kelas 6 SD sampai dengan Mahasiswa S3. Dalam pandangan Islam Gen Z sejatinya adalah hamba-hamba Allah SWT yang dilahirkan dalam keadaan fitrah (memiliki kecenderungan kepada kebenaran dan kebaikan yang bersumber dari Allah Yang Maha Esa), dikaruniai oleh Allah SWT dengan potensi yang luar biasa karena mereka diciptakan untuk menjadi rahmatan lil ‘alamin, pemimpin di muka bumi, mengelola bumi sesuai petunjuk Allah SWT sehingga bumi ini menjadi tempat yang benar-benar dipenuhi oleh rahmat dan ampunan Allah SWT (Baldatun Thoyyibatun wa Robbun Ghofur)

Sebagai calon-calom pemimpin, tentu Gen Z harus memiliki kepekaan dan ketanggapan terhadap segala sesuatu yang terjadi di muka bumi ini, diantaranya peka dan tanggap terhadap kondisi manusia saat ini, termasuk kondisi generasinya. Mereka harus bisa beradaptasi dengan perubahan yang begitu cepat dalam pengetahuan, teknologi dan transformasi, namun mampu mempertahankan keimanan dan ketaatanya sebagai hamba Allah. Gen Z diharapkan bisa memperlihatkan kemuliaan yang diberikan oleh Allah SWT kepada mereka sebagai bagian dari khoirru ummat (ummat terbaik) yang selalu menyeru kepada kebaikan dan mencegah keburukan (ta’muruna bil ma’ruf wa tanhauna ‘anil munkar), dengan kata lain Gen Z bisa menjalankan tugasnya sebagai da’i  ialah generasi yang selalu mengajak manusia kepada jalan yang benar yaitu jalan yang diridhoi Allah SWT yang akan menghantarkan kepada kebahagiaan hidup di dunia dan akhirat.

Da’i Keliling Media Gen Z Sebagai Agen Perubahan Kesehatan Mental

Salah satu media yang bisa menjadi alternatif bagi Gen Z untuk menjalankan perannya sebagai agen perubahan kesehatan mental adalah Dailing (Da’i keliling), yaitu suatu program kegiatan yang diselenggarakan sebagai media belajar Gen Z untuk bisa menyampaikan pemahaman Islam yang benar kepada masyarakat sekaligus mengajak masyarakat untuk menjalankannya dalam kehidupan sehari-hari. Dengan adanya media dailing ini diharapkan kondisi masyarakat umumnya, dan khususnya generasi Z yang sedang mengalami gangguan kesehatan mental bisa terbantu untuk kembali normal, sehat mentalnya, sekaligus sebagai usaha untuk mencegah terjadinya gangguan kesehatan mental itu sendiri. 

Kegiatan Dailing ini terdiri dari 5 tahapan, yaitu

a. Tahap pembekalan dan pelatihan

Pada tahap ini Gen Z diberikan pembekalan dan bimbingan pelatihan tentang syari’at Islam yang akan jadi pegangan dan sandaran mereka dalam menjalani kehidupannya yang nantinya akan mereka sampaikan dan latihkan juga kepada masyarakat. Tahap ini dilakukan selama 2 bulan melalui proses belajar mengajar. 

Syari’at Islam yang dimaksud ialah:

  1. Wudhu, dengan syari’at wudhu yang benar selain bisa membersihkan dan mensucikan kotoran-kotoran lahir dan batin, wudhu juga sebagai terapi, dengan dibasuh oleh air selama 5x dalam sehari dapat meredakan ketegangan-ketegangan fisik dan phsikis dan meingistirahatkan organ-organ tubuh.
  2. Sholat, dengan menjalankan shalat yang benar seseorang dapat terbimbing kepribadiannya dalam menyikapi berbagai tantangan hidup tidak putus asa bila mengalami persoalan dan harapan yang tidak tercapai. Sholat juga sebagai media seseorang untuk mendapatkan pertolongan dari Allah dan dengan shalat yang benar akan tercegah dirinya dari perbuatan keji dan munkar.
  3. Dzikir, dengan mengingat Allah, orang beriman akan merasakan ketentraman dan ketenangan hati, dikelilingi malaikat dan rahmat Allah SWT.
  4. Tilawah Al-Qur’an, dengan membiasakan diri membaca dan mengkaji Al-Qur’an akan membimbing jiwa supaya lembut, Ikhlas dalam beramal dan memberikan petunjuk/pedoman dalam menjalani kehidupan.
  5. Shaum, dengan shaum seseorang bisa mengontrol dan mengendalikan hawa nafsunya, melatih kesabaran juga memunculkan sifat kasih sayang, simpati dan empati kepada sesamanya yang mendapat kesulitan.
  6. Akhlak dalam bersosialisasi, dengan memahami akhlak yang benar dalam bersosialisasi, masyarakat bisa bersosialisasi dengan benar, sopan santun, tidak terjerumus kepada pergaulan bebas, terhindar dari perbuatan keji.

b. Tahap observasi dan identifikasi, 

Pada tahap ini gen Z dibagi menjadi beberapa kelompok dan setiap kelompok  melakukan beberapa kegiatan, yaitu:

  1. Melakukan pengamatan terhadap kelompok masyarakat tertentu sesuai pilihan kelompok mereka (pelajar, pedagang, organisasi di Masyarakat, misal Tarka, RMI, dll)
  2. Melakukan wawancara dan identifikasi kesehatan mental kepada kelompok masyarakat yang diamati
  3. Menyusun proposal kegiatan Dailing ke kelompok Masyarakat yang dipilih
  4. Mensosialisasikan proposal sampai ACC kepada pemerintah setempat 
  5. Revisi proposal (jika diperlukan)
  6. Menyiapkan sarana dan prasarana

c. Tahap implementasi 

Pada tahap ini setiap kelompok Gen Z melaksanakan kegiatan dailing berdasarkan proposal yang telah di ACC. kelompok Gen Z melakukan kegiatan secara langsung (tatap muka) dan secara online dengan membuat grup WA atau media sosial sebagai alat untuk komunikasi dan mengantisipasi bila tatap muka tidak bisa dilakukan. 

Pada tahap ini tiap kelompok Gen Z memberikan pemahaman, bimbingan dan pelatihan dengan pendekatan yang tepat dilandasi oleh kasih sayang dan memberikan keteladanan kepada masyarakat. Pelayanan bisa secara berkelompok ataupun secara individu sesuai dengan kebutuhan, situasi dan kondisi.

d. Tahap evaluasi dan refleksi

Pada tahap ini setiap kelompok gen z melakukan evaluasi keberjalanan program dailing, dan juga evaluasi terhadap individu dari kelompok masyarakat yang dibimbingnya. Evaluasi dilakukan dengan cara santun dari hati ke hati, terbuka , jujur dan husnudzon, terus memberikan semangat dan motivasi untuk berusaha terus melakukan perbaikan- perbaikan

Program dailing yang sudah dilakukan diakhiri dengan muhasabah dan musafahah antara kelompok Gen Z dengan kelompok masyarakat, bertekad tetap terus menjalin silaturahmi walaupun kegiatan dailing sudah berakhir.

Gen Z adalah generasi yang penuh potensi, banyak ide dan berani menghadapi tantangan. Perjuangan mereka sebagai Agents of Change tentu harus didukung oleh generasi-generasi sebelumnya. Dukungan bukan hanya sebatas kalimat motivasi belaka, Beri kepercayan, ruang waktu dan kesempatan kepada mereka untuk berprestasi dan berkarya, sebut dan bayangkan wajah mereka dalam setiap sujud dan do’a kita. 


Penyunting: Putra

0

0

Komentar (0)

-Komentar belum tersedia-

Artikel Terkait

Kontribusi Peran Gen Z dalam Membangun Resiliensi dan Kesejahteraan Subjektif

Bayu Rachmantyo

30 Juni 2024
4 min
Referensi Judul Skripsi dan Panduan untuk Menyusunnya

Pers Kampusinovatif

08 Februari 2024
2 min
Hidup sehat ala Gen Z: Menjaga kesehatan mental juga penting!
3 min
Yuk, Ketahui Perbedaan Skripsi Kuantitatif dan Skripsi Kualitatif!

Pers Kampusinovatif

16 April 2024
3 min
Tantangan Ketahanan Mental Menjelang Indonesia Emas: Apa Peran Generasi Z?
7 min
Sisi Positif Gen Z Dalam Berteknologi
2 min