Diterbitkan 17 Mei 2024

Circle: Apakah Sahabat atau Musuh bagi Mental Remaja?

Artikel ini membahas tentang pengaruh yang diberikan oleh kelompok pertemanan atau Cicle di kehidupan sekolah. Memang benar bahwa kehidupan sosial sangat dibutuhkan dan membantu remaja dalam kehidupan sekolahnya,tapi jika tidak ditindaki dengan bijak,bisakah kita tetap menjadi remaja berpendirian?

Pengembangan Diri

Rani Ebigael

Kunjungi Profile
80x
Bagikan

Hai,saden(sahabat terindependent),kamu punya circle tidak? atau semacam kelompok belajar di sekolah?atau teman jajan dikantin? hahah,pasti punya lah,ya. 

Kalau punya circle pasti terus bersama dan melakukan kegiatan yang menyenangkan. Baik itu dalam hal positif atau negatif. Positifnya tuh gini,Saden. Circle yang melakukan kegiatan demi kepentingan bersama, contoh circle belajar kamu,circle komunitas kamu,circle satu ekstrakurikuler atau circle perlombaan. Wahhh,Circle yang kayak gini benar-benar membahagiakan ya,Saden!

Kalo yang negatifnya gimana ya?? Ini sih tahu lahk,ya,Circle Tawuran,Circle narkobaan atau Circle Buly? Jangan ya,Saden. Circle yang seperti ini perlu di perkecil lagi,hehehe. Kalau saden Circle mana nih,Positif atau negatif, apa Kedua-duanya? Jawab sendiri oke!. Kalau udah punya circle lalu kenapa kak? Circle di lingkungan sekolah itu umumnya memberi dampak positif jika melakukan hal positif juga, bukan? Kita bisa lebih mendapat wawasan, mengenal teman-teman dalam circle itu,atau bisa melakukan pengalaman yang bermanfaat.

Hal itu tentu penting banget ya,Saden! Hati-hati nih saden,ingat Ketergantungan. Nah,kenapa ketergantungan. Contohnya tuh gini,kita sudah mulai terbiasa dengan suasan pertemanan dengan circle kita. Tiba-tiba saat berada dalam suasana yang hanya kita alami bersama dengan circle kita,mampukah saden?! Atau langsung nyerah gitu,ya? Ketergantungan ini dapat membahayakan saden saat melalui keadaan dimana kita harus membuat keputusan atas diri sendiri. Tentu ujungnya dapat membahayakan mental saden saat menghadapi orang-orang yang bukan teman satu circle,kan! 

Contohnya,begini, dalam Circle kelompok belajar, saden dan teman-teman satu circle belajar bersama, mengerjakan proyek dan tugas bersama,serta menerapkan metode belajar yang diminati. Nah, ketika dihapapi dengan harus belajar sendiri atau belajar dan mengerjakan proyek dengan orang di luar teman circle, mampukah kita? Hal demikan yang dapat membuat kita berhadapan dengan masalah menganbil keputusan sendiri,Saden! Saat dihadapkan belajar dengan orang lain di luar circle yang metode belajarnya berbeda serta kita tidak tahu bagaimana sikapnya,mampukah kita? Tidak semua remaja mampu menghadapi hal tersebut. Sering juga masalahnya,saat pembagian kelompok di kelas, kita pasti hanya akan mau satu kelompok dengan satu circle kelompok belajar kita. Akan tetapi,kalau dihadapkan pada kondisi dimana kita tidak boleh satu kelompok dengan circle kita,maukah kita mengambil orang yang tidak terlalu memiliki peforma sesuai dengan keinginan kita menjadi kelompok kita? Remaja dengan peforma yang tidak sesuai dengan keinginan kita tersebut pasti akan sedikit sakit mental. Tanpa sadar kita menyakiti mental diri sendiri dan orang lain dengan membuat diri sendiri menjadi orang yang tidak independen.

Hal ini juga sama dengan circle lainnya,baik dalam hal negatif atau positif yang dilakukan di circle tersebut. Masalah seperti ini yang sering disebut menjadi masalah remaja yang tidak independen. Jadi,saat kita dimana pun nanti,tidak mungkin circle kita menemani sepanjang waktu. Menjadi remaja yang independen menjadikan kita orang yang dapat digunakan di semua tempat. Pendirian yang teguh membuat Saden merasa bahwa mental yang kita miliki ternyata sanagt kuat dalam setiap masalah atau dihadapakan pada keadaan untuk mengambil keputusan sendiri. Tentu tidak semua orang yang independen memiliki mental yangg kuat, butuh orang lain juga,ya,Saden. Dalam hal ini,Cicle dapat berguna. 

Jadi, Apa yang benar? Hal yang dibenarkan adalah cara yang kita lakuakn untuk menghadapi orang lain dan diri sendiri. Tergantung tindakan dan bagaimana hal tersebut terjadi,saden. Maka,Saran dari aku tetap menjadi remaja yang independen,ya,Saden,baik saat sendiri atau saat bersama circle. Dengan begitu, aku yakin Saden dapat menjadi berguna dimana pun Saden berada.!

Semangat!!!

 

0

0

Komentar (0)

-Komentar belum tersedia-

Artikel Terkait

8 Tips Kepenulisan: Panduan Membuat Artikel Populer yang Menarik
Kalian Harus Tahu! Cara Menganalisis SWOT untuk Tahu Potensi Dirimu!
Jangan Sampai Menjadi Salah Satunya! Ini Solusi Atasi Gen Z Menganggur
Dari Media Sosial ke Dunia Nyata: Inisiatif Kesehatan Mental oleh Gen Z
REVITALISASI KESEHATAN MENTAL: GENERASI Z SEBAGAI AGENTS OF CHANGE
Agen Perubahan Mental: Generasi Z Membuka Jalan!